Monday, January 5, 2015

Diskriminasi Jalan Raya Antara Kota Dan Daerah

Salah satu aspek tata kota yang menarik perhatian adalah pembangunan sistem transportasi. Hal demikian sering kita jumpai pada saat berada dalam suatu perjalanan. Dimana sistem transportasi menyangkut pada pembangunan jaringan jalan raya yang menghubungan satu daerah dengan daerah lainnya. Guna mempercepat pengendaraan dalam suatu perjalanan. Jalan raya dibangun dan dikembangkan agar laju lalu lintas berjalan dengan baik. pada dasarnya akses jalan dibuka berarti bersiap menerima laju pertumbuhan sebuah daerah. Jalan raya berperan penting dalam mobilisasi barang dan jasa kadang menjadi patokan keberhasilan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

Dapat dilihat bahwasanya kebijakan dari pemerintah yang kurang adil. Kebijakan pemerintah terhadap pembangunan jalan raya selama ini masih terpusat di kota besar saja. Pembangunan terpusat ini selalu mengutamakan daerah kota dibanding daerah luar kota. Perbedaan pembangunan jalan raya antara kota dan daerah telihat dari struktur jalan yang digunakan. Struktur konstruksi jalan akan menentukan umur konstruksi jalan. Bandingkan struktur konstruksi jalan di kota dengan di daerah. Dengan konstruksi jalan biasa saja, wajar jika jalan di daerah lebih banyak rusak, sementara di kota besar relatif kuat jika drainase terpelihara dengan baik.

Pemerataan pembangunan seolah hanya slogan belaka karena hamper 90 persen anggaran digunakan untuk pembangunan jalan kota, sementara daerah hanya bisa melihat dari jauh dengan kondisi seadanya. Sekarang bandingkan pesatnya pembangunan jalan raya di dalam kota dengan jalan antar daerah. Sebut saja Kota Bandung dan DKI Jakarta, bandingkan dengan rencana jalur selatan Jawa Barat. Kota Bandung pada tahun 2012 berencana akan membangun jalan tol dalam kota, menambah jalur dari jalur yang sudah ada. Jalur yang sudah ada, bahkan beberapa titik sudah permanen dengan konstruksi beton. Apalagi DKI Jakarta, tidak cukup membuat underpass, lalu membuat flyover dengan alasan mengurai kemacetan. Kedua kota ini sangat pesat dalam memenuhi kebutuhan akses jalannya.


Sementara kita coba lihat ke daerah, jalur selatan Jawa Barat yang dimulai sejak tahun 2000, hingga kini belum mengalami perkembangan yang signifikan. Bahkan karena terlalu lama didiamkan, kondisi jalan dalam beberapa titik sudah banyak mengalami kerusakan. Dalam  kondisi ini, harusnya kebijakan pemerintah bisa melakukan pemerataan pembangunan dengan memperhatikan akses jalan ke daerah-daerah. Jangan hanya jalan raya di kota saja yang terus menerus ditambah dan diperhatikan, sementara jalan kabupaten atau jalan daerah dibiarkan terbengkalai. Jika akses jalan sudah dibangun dengan baik, jalur distribusi barang dan jasa dari kota dan daerah bisa berjalan dengan baik. 

Sunday, January 4, 2015

8 cara  jitu hidup hemat

Setiap orang pada dasarnya menginginkan kesuksesan finansial dalam hidupnya, namun hanya sedikit saja yang berhasil meraihnya. Mengapa? Karena banyak orang yang memilih hidup boros dalam artian mengkonsumsi lebih banyak di saat sekarang dengan mengambil kemampuan konsumsi dimasa mendatang. Hal ini sangat bertolak belakang dengan hidup hemat yang memiliki pengertian proses efisiensi konsumsi di saat sekarang untuk dapat mengkonsumsi lebih banyak di masa depan. Sehingga salah satu cara untuk meningkatkan finansial adalah dengan hidup hemat.
berikut adalah 8 cara  jitu hidup hemat:
1.    Catat dan bukukan semua uang pemasukan dan pengeluaran
Buat catatan yang sistematis guna memonitoring semua uang masuk dan uang keluar. Minimalkan uang pengeluaran dan maksimalkan sebagian besar uang yang anda sisihkan untuk ditabung. Disiplin, komitmen serta pengorbanan yang besar diperlukan pada tahap ini supaya rencana ini dapat dilakukan dengan sukses.
2.    Simpan kartu ATM dan Kartu Kredit yang anda miliki
Orang biasanya memiliki kecenderungan untuk bisa merasakan kenikmatan saat dengan mudahnya berhutang atau bisa mengeluarkan uang dengan mudah, dan anda jangan sampai terjebak dalam kenikmatan sesaat tersebut. untuk menyiasati hal ini, maka anda bisa menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk keperluan bulanan dan simpan kartu-kartu tersebut dirumah agar lebih aman.
3.    Rubah pola hidup konsumtif, gengsi dan hobi mahal yang memakan biaya
Jangan pernah merasa malu dan minder saat anda harus memotong sebagian besar budget yang anda miliki untuk ditabung dan merubah gaya hidup anda. Merubah gaya hidup bukan berarti anda harus membuang gaya anda, tapi yang anda perlukan hanyalah menyiasatinya.
4.    Buang pengeluaran rutin anda yang kurang diperlukan.
Buang pengeluaran rutin anda yang kurang diperlukan dan lakukan secara bertahap. Biaya pengeluaran rutin yang kurang memiliki banyak manfaat sebaiknya diminimalisir seminim mungkin. misalnya berhenti berlangganan koran, majalah, kartu kredit, merampingkan anggaran kartu telepon selular dan lain sebagainya yang anda nilai bisa membebankan pengeluaran anda dan alokasikan biaya tersebut ke tabungan.
5.    Bawa makanan dari rumah saat bekerja.
Tips bagi anda yang kerja, Jangan malu untuk membawa makanan dari rumah saat bekerja karena hal ini justru mencerminkan kebiasaan hidup yang lebih sehat. Selain bisa menghemat, cara ini juga kini telah banyak diaplikasikan oleh mereka yang ingin menimimalisir anggaran budgetnya atau tengah menjalankan diet dengan menu makanan sehat.
6.    Temukan hal-hal yang memakan biaya kemudian alokasikan ke tabungan anda
Semakin banyak anda menemukannya, maka semakin cerah masa depan finansial anda. Ingat selalu pada pencapaian serta tujuan akhir dan konsistensi dalam proses, itu yang paling penting. Ingat, apa yang anda jalani saat ini adalah manifestasi apa yang anda dapatkan esok hari.
7.    Gunakan transportasi umum
Apabila hidup dimasa kini anda bisa memanfaatkan krl Commuter Line untuk bepergian ke tempat kerja. Anda bisa jauh menghemat biaya jika sudah terbiasa menggunakan transportasi umum, sehingga akan menghemat biaya transport yang jauh sekali berbeda dibanding naik kendaraan pribadi
8.    Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Ini seringkali berkesinambungan  Kadang keinginan seseorang belum tentu menjadi kebutuhannya. Jadi mulai dari sekarang, Anda harus memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan Anda  jangan memaksakan kehendak.


RAHASIA MATI SURI DALAM KAJIAN AGAMA BUDDHA
YULIANTI
PENDAHULUAN
Banyak cerita misteri yang mengisahkan pengalaman dari orang yang pernah mengalami mati suri. Belakangan ini banyak fenomena yang terjadi dalam kehidupan seseorang mengenai hidup setelah mengalami kematian. Mati suri merupakan keadaan saat usaha-usaha untuk menghidupkan kembali dilakukan sebelum seseorang menjadi hidup kembali. Pernapasan, detak jantung, dan fungsi spontan lainnya mungkin masih terjadi, tapi mereka hanya dapat dideteksi oleh tenaga medis. Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata subjek yang mengalami mati suri kehilangan tanda-tanda kehidupan antara lima sampai dua puluh menit. Mati suri juga dapat terjadi dalam keadaan seseorang tidak mendekati kematian. Apa yang membuatnya mengalami kejadian ini sampai saat ini belum diketahui.
Menurut International Association for Near-Death Studies, tidak ada pengalaman mati suri yang identik, namun berbagai pengalaman tersebut dapat menggambarkan suatu pola. Seperti Perasaan bahwa dirinya meninggalkan tubuhnya dan melayang-layang di atas kepala, Bergerak melalui ruang atau lorong yang gelap, sampai Kembali pada tubuh fisik. Hal ini terjadi hanya pada orang tertentu saja yang masih terlalu melekat pada jasmaninnya. Dalam pandangan Buddhis, mati suri bisa diterima keberadaannya dalam arti memang ia belum mati. Kondisi ini mungkin akan berlanjut kematian atau mungkin ia kembali hidup dan sehat seperti semula karena hanya melemahnya kesadaran.
PEMBAHASAN
Dalam medis tidak ada kriteria untuk mati suri, sama seperti orang yang meninggal, denyut jantung berhenti, fungsi otak sudah tidak ada tanda-tanda aktivitas, hal itu dijelaskan sebagai suatu periode ketidaksadaran yang disebabkan oleh tidak tercukupinya suplai darah ke otak karena sirkulasi darah yang tidak mencukupi pernapasan, tapi pada orang mati suri keadaan bisa kembali normal. Seperti halnya dengan koma yang terbius atau tidur selama beberapa hari dimana penderita tidak dapat dibangunkan sama sekali. Hal ini banyak penyebabnya seperti adanya berbagai penyakit, bagian otak yang terletak jauh di dalam batang otak berfungsi mengendalikan tingkat kesadaran dan secara ritmis merangsang otak untuk terjaga siaga sehingga akan timbul gangguan kesadaran. Gangguan kesadaran ini bisa berlangsung singkat atau lama dan bisa bersifat ringan atau sama sekali tidak memberikan respon.
Terdapat tiga istilah-istilah dalam medis yaitu:
1.      mati biologis adalah sel-sel tubuh mengalami kerusakan ireversibel yang tidak selalu sama di setiap organ. Dapat dikatakan inilah kondisi mati sesungguhnya, karena tidak mungkin seseorang dalam keadaan ini dapat hidup kembali.
2.      mati sosial adalah seseorang yang mengalami kematian namun belum dinyatakan mati. otak mengalami kerusakan cukup besar dan pasien tidak mampu berinteraksi dengan lingkungan. Terjadi suatu siklus kesadaran yang menurun: tidak sadar (koma), sadar, koma, terus berulang. Tingkat intelektualitas pun mundur layaknya seorang bayi.
3.      mati jantung adalah ditegakkan apabila jantung tetap tidak berdetak meski telah dilakukan RJP selama 30 menit selaku terapi optimal. Otak adalah pengendali utama seluruh fungsi tubuh. Andaikata jantung dan paru masih bekerja tetapi otak dinyatakan kehilangan fungsinya, maka seseorang dinyatakan mati.
Mati suri terjadi apabila terhentinya ketiga sistem penunjang kehidupanyang ditentukan oleh alat kedokteran sederhana. Dengan alat kedokteranyang canggih masih dapat dibuktikan bahwa ketiga sistem tersebut masih berfungsi. Mati suri sering ditemukan pada kasus keracunanobat tidur, tersengat aliranlistrik dantenggelam.Mati suri sendiri dapat didefinisikan sebagaiingatanyangdilaporkan dari seluruh kesan yang didapatkan seseorang dalam kondisisadar khusus, termasuk sejumlah unsur khususnya seperti keluar dari jasad, perasaan damai, melihat lorong, melihat cahaya, bertemu keluargayang telah wafat atau sebuah peninjauan ulang pengalaman semasahidup. Kondisi ini terjadi pada saat-saat seseorang menjelang kondisi mati.
Pandangan buddhis
Dari sudut pandang Buddhisme, mati suri hanyalah fenomena lemahnya kesadaran seseorang akibat terganggunya salah satu organ tubuh. Proses pikiran tidak berhenti pada saat kematian sebab pada saat teraahkir, sebelum saat kematian yang disebut maranasanna javana citta, walaupun lemah dan tidak dapat membuat buah pikiran baru. namun memiliki potensi besar untuk mengetahuib atau melihat salah satu dari tiga obyek pikiran yang muncul pada orang yang akan segera meninggal. Pandangan pertama ini tidak mengenal dan menolak seorang yang mati (benar-benar mati) kemudian hidup lagi. Alasannya karena seseorang yang dikatakan mati (benar-benar mati) akan langsung dilahirkan kembali, tanpa ada jedah waktu ataupun alam antara (bardo). Pandangan pertama ini juga menolak adanya tubuh halus dalam diri manusia yang akan keluar jika ia mati. Kematian terjadi apabila kesadaran sudah tidak ada lagi dalam tubuh.Kondisi ini dapat dibaca dalam Riwayat Hidup Sang Buddha. Beliau pada akhir kehidupannya, banyak orang menduga Beliau sudah meninggal. Namun, salah seorang murid Beliau yang mampu mengetahui keberadaan kesadaran seseorang menyatakan bahwa beliau masih hidup bahkan beliau dalam tahap-tahap meditasi yang tertinggi. Setelah pada akhirnya kesadaran beliau tidak ada lagi dalam tubuh, barulah Sang Buddha dinyatakan mangkat atau wafat.
PENUTUP
A.    simpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa istilah mati suri menurut pengertian secara umum adalah saat seseorang dinyatakan mati secara medis oleh dokter ahli, dimana jantung pasien berhenti berdetak, tidak ada pernafasan lagi, lalu beberapa menit atau jam kemudian pasien hidup kembali. Gangguan kesadaran ini bisa berlangsung singkat atau lama dan bisa bersifat ringan atau sama sekali tidak memberikan respon. Terdapat tiga istilah-istilah dalam medis seperti mati biologis, mati sosial, dan mati jantung. Apabila dilihat dari  pandangan agama Buddha terhadap mati suri, bisa diterima keberadaannya dalam arti memang dia belum mati yang terjadi hanyalah melemahnya kesadaran. Kondisi ini mungkin akan berlanjut kematian atau mungkin ia kembali hidup dan sehat seperti semula.


B.     Saran
Mati suri dapat didifinisikan dari beberapa pandangan sehingga alangkah baiknya dapat mengetahui semua pengetian mati suri agar dapat mengetahui proses kematian atau terjadinya mati suri itu sendiri. Mengendalikan tingkat kesadaran dan secara ritmis merangsang otak untuk terjaga siaga sehingga akan timbul gangguan kesadaran.

DAFTAR PUSTAKA
Piyadassi.2003.Spektrum Ajaran Buddha.Jakarta Barat:Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna.
Krishnanda, Wijaya-Mukti.2003.Wacana Buddha-Dhamma.Jakarta : Ekayana Buddhis Centre.
Maha Nayaka Sthavira A.Jinarakkhitha.2009.meditasi 1.jakarta : CV. Yanwrwko Wahana Karya.
Warsana.Pokok-Pokok Dasar Agama Buddha. Penerbit: CV. Yanwrwko Wahana Karya.
Tim Penyusun.2002.Buku Pelajaran Agama Buddha Sekolah Menengah Tingkat Atas.Jakarta:C.V. Felita Nursatama Lestari.







Cara Menurunkan Berat Badan Yang Cepat Dan Memuaskan

Bagaimana cara alami menghilangkan lemak berlebih di tubuh ? ini adalah pertanyaan yang ada di dalam benak setiap orang yang memiliki kelebihan lemak di perut atau di badan. Mempunyai berat badan dengan ukuran lebih dari normal merupakan hal yang sudah biasa dimasyarakat modern saat ini. Akan tetapi pada umumnya orang yang memiliki berat badan seperti itu akan menjadi minder dan kurang percaya diri bila bertemu orang lain. Hal yang menyebabkan adalah pola hidup yang tidak sehat sehingga menimbun lemak dan karna faktor keturunan. Hal itulah yang menjadikan banyak orang selalu mencari cara cepat menurunkan berat badan. Seseorang yang telah mengalami obesitas atau kegemukan tentu akan menggunakan segala cara untuk dapat merubah ukuran tubuhnya menjadi normal seperti sediakala.seseorang mempunyai berat badan yang berlebih atau obesitas tentu tak akan nyaman pada saat melakukan aktifitas maupun kegiatan lainnya, bahkan tak sedikit yang menyebabkan kepercayaan diri mereka menjadi menghilang. Bagi seseorang yang ingin menurunkan berat badan tentunya perlu mengetahui penyebab terjadinya penumpukan lemak pada tubuh sehingga dapat menentukan cara menurunkan berat badan secara cepat dan tepat.
Tips menurunkan berat badan yang cepat dan memuaskan:
1.     Tingkatkan porsi asupan buah dan sayuran guna untuk akan kandungan serat, mineral dan vitamin. Meskipun bisa mengenyangkan perut, tapi buah dan sayuran sangat rendah kalori
2.     Perhatikan asupan serat seperti Gandum murni kaya kandungan serat

3.     Konsumsi ikan, ayam dan daging tanpa lemak namun pastikan daging yang dikonsumsi rendah lemak dan dimasak dengan cara yang sehat beserta pola hidup makan yang sehat
Kerukunan Umat Beragama Dalam Tinjauan Agama Buddha
Pengertian Kerukunan Umat Beragama
Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di tengah perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan. Hal ini dapat  mewujudkan suatu kedamaian untuk mensejahteraan umat yang beranekaragam sebagai penopang. Kerukunan umat bragama ialah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya, dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Kehidupan masyarakat di muka bumi nusantara ini yang serba ganda baik dalam kepercayaan, kebudayaan, pola hidup sosial beragama adalah suatu tantangan dalam kehidupan generasi penerus.
Agama, kepercayaan, dan keyakinan yang berbeda-beda ahkirnya berkembang dan melahirkan keanekaragaman yang luas dan berharga. Dalam suatu agama mempunyai hari-hari besarnya masing-masing seperti pada hari raya Idul Fitri umat muslim banyak yang melaksanakan sholat Idul Fitri di mesjid-mesjid, umat kristiani dimalam Natal mengumandangkan lagu-lagu rohani di gereja-gereja, umat Hidup merayakan Nyepi, Galungan, Kuningan di Pura dan umat Buddha memperingati hari Waisak. Hal ini agama memiliki sistem yang sepenuhnya tertata sebagai organisasi menyangkut semangat kepercayaaan, pemikiran, intuisi, upacara, dan organisasi rohaniwan. Tidak ada agama yang diatur sebagai organisasi, kecuali mungkin pada kasus agama Islam yang baru belakangan ini muncul yang merupakan agama dunia termuda.
Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah, Provinsi, maupun Negara pusat telah mengeluarkan pedoman-pedoman penyiaran agama serta memfasilitasi bagi kalangan agam untuk mengadakan dialoq dan kerjasama. Departemen Agama telah mendirikan forum-forum beranggota dengan fungsi sebagai jembatan antar umat beragama. Forum-forum itu adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Wali Gereja Indonesia (PHDI) Dan Perwakilan Uamat Buddha Indonesia (WALUBI). Melalui forum-forum ini diharapkan agama bertindak sebagai kekuatan pemersatu bagi para pemeluk agama masing-masing.
Penyebab Terjadinya Kendala-Kendala Kerukunan Umat Beragama
Sejarah ini menjadikan tantangan bagi generasi sekarang untuk memahami dan menghargai kekayaan nilai suatu bangsa. hal ini menuntut untuk saling bertukar pikiran tentang keyakinan dan keimanan agama lain, untuk memperluas cakrawala pandangan memahami agama dan keyakinan sendiri untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama. Pada kenyataannya, intoleransi saat ini masih digunakan dalam nama agama. Orang semata-mata membicarakan agama dan menyediakan jalan pintas menuju surga, mereka tidak tertarik untuk melakukannya. Sebagai contoh di Ciketing Bekasi terjadi karena warga menolak ada rumah ibadah agama lain dilingkungannya, apabila ada jemaat yang kukuh beribadah diareal gereja diusir oleh warga setempat. Berbagai macam kendala seperti itu yang sering di hadapi dalam mensukseskan kerukunan antar umat beragama di Indonesia, dari luar maupun dalam negeri kita sendiri.
Kendala-Kendala Kerukunan Antar Umat Beragama
1.      Rendahnya Sikap Toleransi
sikap toleransi malas-malasan baik pihak yang berbeda keyakinan/agama sama-sama menjaga jarak satu sama lain . Masing-masing agama mengakui kebenaran agama lain, tetapi kemudian membiarkan satu sama lain bertindak dengan cara yang memuaskan masing-masing pihak. Yang terjadi hanyalah perjumpaan tak langsung bukan perjumpaan sesungguhnya. Sehingga dapat menimbulkan sikap kecurigaan diantara beberapa pihak yang berbeda agama, maka akan timbullah yang dinamakan konflik.
2.      Kepentingan Politik
Faktor Politik, Faktor ini terkadang menjadi faktor penting sebagai kendala dalam mncapai tujuan sebuah kerukunan anta umat beragama. Agama yang susah payah akibat munculnya kekacauan politik yang ikut memengaruhi hubungan antaragama dengan alasan politik seringkali menunggangi agama dan memanfaatkannya.
3.      Sikap Fanatisme
Dalam memeluk sebuah agama banyak yang memilki pandangan berbeda-beda sehingga mengakibatkan timbulnya sikap fanatisme yang berelebihan. Hal ini apabila berpandangan agamanya lah yang paling benar dalam menuju pembebasan maka interaksi antar umat beragama akan terjadi suatu perpecahan.
Upaya Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama
Pada umumnya agama berkenaan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan, tetapi ajaranya membutuhkan implementasi dan pratek dalam hubungan antar manusia agar memperoleh manfaat. Upaya yang dapat ditempuh oleh umat Buddha dalam rangka menuju terciptanya dan kelestariaan kerukunan hidup beragama adalah dengan meningkatkan kehidupan yang bermoral, etika bangsa yang baik dalam agama Buddha disebut sila. Sila merupakan ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Ajaran Buddha meningkatkan rasa toleransi dalam diri orang dengan tetap terbebas dari kesempitan dan fanatisme agama serta bangsa. Ajaran Buddha menumbuhkan rasa percaya diri dengan mengajarkan bahwa seluruh nasib manusia ada dalam tangan kita sendiri. Bahwa diri kita sendiri yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan kekuatan dan penglihatan untuk mencapai tujuan tertinggi.
Dalam keberagaman perspektif agama-agama yang berbeda memungkinkan untuk dapat memahami secara tepat kepercayaan antara umat beragama. Kepercayaan itu terletak pada ajaran masing-masing seperti umat Kristen hidup dengan khotbah di Bukit, umat Buddha mengikuti Jalan Mulia Berunsur Delapan, umat Islam benar-benar  mengikuti konsep persaudaraan, dan jika umat Hindu membentuk hidupnya dalam Kesatuan, pasti ada kedamaian dan harmoni di dunia ini. Di balik semua ajaran yang tak ternilai dari guru-guru besar, orang masih belum menyadari nilai toleransi. Sikap intoleransi, fanatisme, kepentingan politik yang dilakukan dalam nama agama itu hal yang paling memalukan dan tercela. Kerukunan akan bisa dicapai apabila setiap golongan agama memiliki prinsip setuju dalam perbedaan. Setuju dalam perbedaan berarti orang yang mau menerima dan menghormati orang lain dengan seluruh aspirasi, kepercayaan, keyakinan, kebiasaan dan pola hidupnya, menerima dan menghormati orang lain dengan kebebasannya untuk menganut keyakinan agamanya sendiri


Misionaris Buddhis
Pandangan Buddha tidaklah selalu berlomba dengan umat agama lain dalam mengubah orang lain yang berada diluar sana. Tidak ada misionaris biarawan Buddha yang mengkotbahkan dengan pikiran yang buruk, niat buruk terhadap orang yang tidak percaya, bertujuan merusak kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Agresi tidak pernah disetujui dalam ajaran Buddha. Dunia telah berdarah, menangis dan cukup menderita akan penyakit dogmatis, fanatisme agama dan intoleransi baik agama maupun politik, orang dengan sengaja membawa manusia untuk menerima jalan hidup mereka sendiri. Terkadang menimbulkan permusuhan yang tiada berakhir.
Ajaran Buddha tidak bertentangan dengan tradisi dan adat nasional, seni dan budaya maupun kehidupan yang rukun dan damai, namun sebagai Buddhisme adalah suatu jalan hidup yang saling berdampingan. Pesan Buddha tentang cinta kasih dan belas kasih dalam membuka hati manusia untuk dapat menerima kebenaran. Misionaris Buddha telah diundangkan dunia menyambutnya dengan penuh rasa hormat, dimana Buddhisme tidak pernah ada pertumpahan darah dan maupun melalui pengaruh penjajahan atau kekuasaan politik lainya. Buddhisme merupakan kekuatan spiritual yang mampu mempererat sejumlah perbedaan ras, budaya, bahasa dan moral namun bertujuan bagaimana agar setiap manusia maupun mahluk lainya memiliki lebih banyak kedamaian, kerukunan dalam kebersamaan dan kebahagiaan melalui praktek dhamma.
Kaisar Asoka adalah contoh yang baik dari kualitas dan pendekatan misionaris Buddhis. Pada masa Kaisar Asoka, ajaran Buddha menyebar ke banyak negara Asia dan Barat. Kaisar Asoka mengutus misionaris Buddhis keberbagai belahan dunia untuk memperkenalkan pesan Sang Buddha akan kedamaian. Asoka menghormati dan mendukung setiap agama pada masa itu, pengertiannya terhadap agama lain sungguh mengesankan. Umat Buddha berbahagia melihat kemajuan agama lain sepanjang mereka benar-benar menolong orang lain untuk menjalani kehidupan yang religius, menurut keyakinan mereka serta menikmati kedamaian dan kesejahteraan, bersama-sama saling hidup berdampingan yang harmonis dalam setiap perbedaan menuju kebahagiaan.

tips rahasia mengatasi rasa malas
Kemalasan adalah musuh produktivitas. Mengapa demikian?, karena Rasa malas belajar bukanlah satu masalah baru bagi para pelajar. Jika kita malas, tidak ada cara lain kita bisa mencapai hal-hal yang berarti. Kita mungkin menunda-nunda melakukan sesuatu, atau bahkan jika kita melakukannya, kita melakukannya dengan setengah hati. Hasil berkualitas tinggi tidak akan tercapai dengan cara-cara seperti itu. Tetapi kalau kita lihat dari kaca mata pikiran, penyebab malas belajar adalah tidak adanya tujuan yang spesifik dan jelas dari mata pelajaran yang dipelajari. Ini umum di kalangan para pelajar. Mengapa? Karena para pelajar tidak pernah diajarkan bagaimana pentingnya sebuah tujuan dan bagaimana cara membuat tujuan yang benar dalam belajar rasa malas adalah salah satu bentuk prilaku dari suka menunda. Bila anda suka menunda maka anda pasti akrab dengan sifat malas. Cara paling efektik untuk mengatasi ini adalah melakukan upaya nyata dengan tepat untuk membentuk prilaku baru yang bisa membantu anda memiliki rasa disiplin dalam diri untuk belajar. Berikut adalah tips rahasia menagatsi malas belajar:
1.   Tujuan tertulis
Tujuan adalah suatu  pengaruh yang sangat besar kepada diri kita saat ingin mencapai sesuatu yang bersifat kesenagan. Tidak ada sedikit pun rasa malas dalam diri anda. Ketika rasa malas itu muncul mungkin anda teringat akan tujuan anda. Yang membuat diri anda langsung bersemangat untuk latihan. Itulah kuatnya pengaruh dari tujuan yang jelas dan spesifik. Ketika anda memiliki satu tujuan yang jelas dan spesifik maka secara tidak sadar pikiran anda akan memfokuskan energinya untuk mencapai tujuan tersebut.
2.   Strategi belajar
Strategi belajar yang tepat adalah salah satu solusi untuk mengatasi kebiasaan malas belajar anda di sekolah atau pun di rumah. Ini sangat bermanfaat karena akan memudahkan anda dalam belajar di sekolah.
3.   Prioritas belajar
perlunya membuat prioritas dalam belajarseperti meluangkan sedikit waktu atau lebih untuk mempelajari satu materi tertentu, mengerjakan tugas serta belajar untuk materi yang akan diajarkan esok hari.hal ini sangat penting Bila memberikan prioritas pada pelajaran yang kurang dikuasai, maka akan semakin mudah mengerti materi yang sedang anda prioritaskan untuk kuasai.
4.   Posisi belajar
Posisi belajar akan sangat mempengaruhi anda dalam mood (emosi) belajar. Bila anda belajar sambil tidur-tiduran maka lambat laun anda pasti akan tertidur. Akan sangat sulit untuk menahan diri untuk tidak tidur. Tubuh anda akan merespon bahwa buku atau pelajaran yang anda sedang pelajari tidak terlalu penting untuk dipelajari. Kembali ke sifat pikiran bawah sadar, pikiran akan mengartikan bahwa belajar adalah kegiatan yang menyiksa dan membosankan
5.   Tindakan

Bila anda melakukan tindakan, meski pun itu tindakan yang sangat kecil. Bila terus dilakukan secara terus menerus maka, perlahan tapi pasti anda akan memiliki kebiasaan untuk belajar dan disiplin yang baik. Dengan begitu, anda bisa mengatasi kebiasaan malas belajar dalam diri anda.

Saturday, November 8, 2014

Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia
Untuk Penutur Asing (BIPA) berdasarkan Hasil Analisis
Kebutuhan Belajar

A.    Latar Belakang dan Tujuan Penulisan

Dalam jurnal ini menjelaskan mengenai keberadaan  pelajar BIPA yang memiliki latar belakang dari bahasa dan budaya berbeda dengan budaya bahasa yang dipelajarinya. Pelajar BIPA pada umumnya adalah orang dewasa berusia 17 tahun keatas. Hal ini dapat memunculkan hal ini dapat memunculkan tingkat kemampuan pelajar BIPA menjadi berbeda-beda. Dimulai dari tingkat pelajar sampai tingkat pemula hingga dengan pelajar tingkat lanjut sampai selesai. Berdasarkan tingkat kemampuan pelajar BIPA dapat memunculkan berbagai macam mater-materi baru seperti penulis buku baik dalam negeri maupun luar negeri. Tujuan yang akan dicapai ialah mempermudah dalam menguasai bahasa indonesia.
pelajar BIPA terdapat banyak variasi yang ditemukan baik dalam hal pendekatan, teknik pengajaran, dan bahan ajar maupun urutannya.penyusun buku teks tersebut beramsumi bahwa buku yang disusun yang paling efisien dan efektif untuk pelajar bahasa indonesia. Penyusunan ini dilakukan oleh orang-orang yang telah memiliki pengetahuan dan wawasan yang sudah matang. Oleh sebab itu, topik yang diajukan adalah topik-topik umum misalnya, msalah lingkungan, hubungan natra manusia, peristiwa dunia dan sebagainya. Gambaran dari wujud BIPA dapat ditinjau dari segi tujuan pembelajarannya. Dapat dilihat bahwa ada tiga kebutuhan yang mendorong seseorang belajar bahasayakni kebutuhan akan pekerjaan, kebutuhan program latian kejuruan, dan kebutuhan untuk belajar.
Pembelajaran BIPA sangat memerlukan sebuah penekanan dengan tujuan agar dalam penguasaan lebih mendalam untuk kepentingan yang praktis. Pelajar BIPA dapat dipergunakan susunan kalimat yang sederhana, bentuk-bentuk kata yang nonformal, dihilangkan imbuhan, dan pengunaan kosakata yang tidak baku. Materi pembelajaran BIPA pada hakikatnya sebagai sarana yang digunakan secara langsung berdasarkan pembelajaran yang telah ditetepkan.  Pengelolaan dalam mengoptimalisasikan BIPA bergantung pada kentuntasan dalam keseluruhan unsurnya baik secara bebas maupun simultan.

B.     Metode Penulisan

Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan. Dalam penelitian ini, model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural dengan mengadaptasikan model rancangan sistem pembelajaran yang ditawarkan oleh Dick and Carey (1978). Dalam pengembangan bahan ajar, diawali dengan pengenalan tujuan pembelajaran yang difokuskan pada analisis kebutuhan belajar  dengan upaya pemahaman perilaku awal dan ciri pelajaran asing. Untuk menganalisis kebutuhan belajar digunakan acuang yang yang ditawarkan oleh Hutchinson dan Waters (1989). Dalam penelitian berposisi sebagai instrumen kunci, penelitian dilakukan dalam pengumpulan data dan penelitian menggunakan panduan wawancara, lembar pencatatan dalm observasi, dan lembar penilaian terhadap produk

C.    Hasil dan Pembahasan

Hasil yang didapat mengenai pembahsan dari jurnal ialah bahwa Pelajar BIPA berasal dari berbagai negara, sehingga mereka meilkji latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda-beda. Disamping itu, mereka secara keseluruhan juga memilki perbedaaan bahasa dan budaya dengan bahasa dan budaya indonesia yang akan dipelajarinya. Hal itu berdampak pada pemilihan materi bahsa indonesia yang ajkan diajarkab kepada mereka. Pemilihan meteri yang tidak sesuai dapat menjadi penyebab kesulitan dan kebosanan pelajar asing dalam belajar dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda.tujuan pelajat asing belajar BIPA adalah mereka ingin lancar berbahsa indonesia dan mengenal budaya indonesia lebih dekat. Implikasi pada penyiapan materi belajar yang sesuai dengan tujuan dari pembelajaran.

D.    Kritik Penulisan

Jurnal penelitian  yang berjudul Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia  Untuk Penutur Asing (BIPA) berdasarkan Hasil Analisis  Kebutuhan Belajar. Dalam memberikan suatu informasi sudah baik sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan tujuan yang dibahas dalam jurnal tersebut. Penulisan judul dengan pembahasan yang disampainkan sudah sesuai dengan materi yang telah disajikan. Banyaknya tokoh-tokoh atau sumber-sumber yang diikut sertakan dapat menambah kejelasan dan lebih efektif dalam mengoptimalisasikan informasi yang didapat.